RN, Sarolangun – Desakan agar Sekretaris Desa Sungai Sungai Butang, Kecamatan Mandiangin Timur, Rekki Satria untuk mundur dari jabatannya kian menguat di masyarakat setempat.
Sebagian besar masyarakat yang menginginkan Sekdes mundur karena merasa kecewa atas banyak persoalan selama kepemimpinan sang Sekdes. Salah satunya, terkait ketidakhadiran Kades dan Sekdes Sungai Butang pada pada musyawarah desa penyusunan rencana kerja pemerintah desa
(RKPDES) Tahun anggaran 2027 yang telah
Diaksanakan pada beberapa hari yang lalu.
Tidak hanya itu, masyarakat desa setempat bahkan meminta bupati menurunkan tim untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Kades dan Sekdes.
Saat di kompirmasi terkait desakan mundur dari jabatannya, Sekdes Sungai Butang, Rekki Satria menolak. Meski demikian dia mengaku telah melakukan kesalahan.
“Jangan la, kalau salah, saya minta maaf,” katanya dikonfirmasi RN, Senin (12/10/2026).
Terkait ketidakhadirannya dalam Musdes RKPDES 2027, Rekki mengku telah meminta izin kepada perangkat desa lainnya.
“Waktu itu saya sudah minta izin tak hadir, karena harus mengantar anak saya ke Ponpes di Jambi. Saya sudah konfirmasi jauh-jauh hari,” katanya.
Terkait ketidak hadiran Kades Sungai Butang, Sukimin, pada Musdes RKPDES yang sama, Rekki mengaku tidak tahu. “Saya belum ketemu Pak Kades,” katanya.
Terkait dengan soal program realisasi dari lokasi angaran alokasi dana desa khusus pada bidang pembangunan yang di sebut masyarakat, Rekki Satria lebih memilih tidak menjawab dan bungkam. Ia hanya bisa tertunduk lesu saat di konfirmasi diruang kerja Kasi Pem, Kecamatan Mandiangin Timur. Rekki Sengaja diundang Kasi Pem, Kecamatan Mandiangin Timur untuk melakukan klarifikasi terkait dengan dirinya tidak hadir pada Musdes RKPDES. (Asm)








