RN, Sarolangun – SKK Migas bersama PT BGP Indonesia menggelar sosialisasi tingkat desa terkait rencana kegiatan survei seismik 2D Central di wilayah Kecamatan Mandiangin Timur, Kabupaten Sarolangun.
Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Desa Petiduran Baru dan dihadiri masyarakat dari empat desa, yakni Desa Guruh Baru, Desa Petiduran Baru, Desa Merintih Baru dan Desa Merantih Jaya.
Turut hadir Camat Mandiangin Timur Mulya Malik, SH, Sekcam Rahmat Suharto, perwakilan Kapolsek berupa Bhabinkamtibmas, Babinsa Koramil Serka Novreato Dirgantara, para kepala desa, anggota BPD serta tokoh masyarakat dari empat desa.
Kepala Desa Petiduran Baru, Sabki AK, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kehadiran masyarakat dan pihak SKK Migas serta PT BGP Indonesia dalam kegiatan sosialisasi tersebut.

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat diikuti dan dipahami masyarakat dengan baik, khususnya terkait mekanisme kompensasi atau ganti rugi bagi pemilik lahan yang nantinya dilintasi kegiatan survei.
“Kita berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan baik sehingga tidak menimbulkan gejolak maupun persoalan di kemudian hari, terutama terkait kompensasi bagi pemilik lahan,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Mandiangin Timur Mulya Malik, SH, mengatakan sosialisasi kegiatan survei seismik tersebut telah dilakukan secara bertahap, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga tingkat desa.
Menurutnya, Desa Petiduran Baru ditunjuk sebagai lokasi sosialisasi yang melibatkan masyarakat dari empat desa terdampak kegiatan.
Ia mengajak masyarakat mendukung kegiatan tersebut agar berjalan lancar. Namun, ia juga menekankan pentingnya penyampaian informasi yang jelas kepada masyarakat, terutama mengenai pembayaran kompensasi atas lahan yang berada di jalur lintasan survei.
“Kita berharap masyarakat pemilik lahan dapat memahami dengan jelas seluruh prosesnya, terutama mengenai kompensasi, sehingga ke depan tidak menimbulkan persoalan di tengah masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan SKK Migas, Zazili Budi Indra, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan masyarakat yang telah hadir.
Ia menjelaskan, sosialisasi tersebut merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi langsung dengan masyarakat terkait pelaksanaan survei seismik 2D Central oleh PT BGP Indonesia.
Zazili juga menyampaikan permohonan maaf karena sebelumnya telah ditemukan patok serta tanda pita berwarna merah dan biru di sejumlah lahan masyarakat sebelum sosialisasi tingkat desa dilaksanakan.

“Melalui sosialisasi ini kami menyampaikan seluruh rangkaian kegiatan agar dapat dipahami bersama dan pekerjaan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia menyebutkan, kegiatan survei tersebut diperkirakan berlangsung selama kurang lebih 140 hari kerja.
Sosialisasi kemudian dilanjutkan dengan sesi dialog dan tanya jawab antara masyarakat dengan pihak SKK Migas dan PT BGP Indonesia. Sejumlah hal terkait pelaksanaan survei, termasuk persoalan lahan dan kompensasi, menjadi bagian dari pembahasan.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama seluruh pihak yang hadir. (Asm)








