RN, Jambi – Guna melaksanakan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh agar lebih tertib, terarah, dan sesuai peruntukan. Pemerintah Kecamatan Telanaipura bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi melakukan penutupan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di kawasan Fakultas Kedokteran Unja Telanaipura Kota Jambi. Selasa (05/05/2026).
Penutupan TPS Sampah itu melibatkan berbagai unsur, di antaranya para Lurah, forum RT se-Kecamatan Telanaipura, Babinsa, babinkamtibmas serta instansi Pemerintah terkait. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
Camat Telanaipura, Widdy Frima, menjelaskan bahwa penutupan TPS tersebut berawal dari keresahan masyarakat dan pengguna jalan yang kerap mengeluhkan kondisi sampah yang berserakan serta menimbulkan bau tidak sedap di lokasi tersebut.
“Penutupan ini bukan merupakan kebijakan sepihak, melainkan hasil kesepakatan bersama seluruh pihak terkait sebagai respons atas keluhan masyarakat, sekaligus mendukung program OPBM Wali Kota Jambi agar kota ini terbebas dari persoalan sampah,” ujarnya.
Ia menambahkan, volume sampah di lokasi tersebut terus meningkat, sebagian besar berasal dari kendaraan yang melintas dan membuang sampah sembarangan, sehingga menyebabkan penumpukan hingga meluber ke badan jalan.
Sebagai tindak lanjut, pihak kecamatan melakukan penataan kawasan tersebut guna mengembalikan fungsi taman sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan, khususnya di wilayah Pondok Kopi dan sekitarnya.
“Kami juga telah menyiapkan lokasi alternatif untuk pembuangan sampah warga, sehingga pelayanan kebersihan tetap berjalan,” jelasnya.
Pada hari yang sama, dilakukan pembersihan total di area bekas TPS oleh jajaran Kecamatan Telanaipura bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Selain itu, pemerintah juga mendorong penguatan pengelolaan sampah dari sumbernya melalui edukasi pemilahan sampah di tingkat rumah tangga serta optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah dengan konsep Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R).
Pemerintah Kota Jambi memastikan bahwa proses penataan ini akan dilakukan secara bertahap, kolaboratif, dan berkelanjutan. Dengan dukungan aktif masyarakat dan pengurus wilayah, diharapkan sistem kebersihan di Kota Jambi semakin terintegrasi serta mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan ramah lingkungan. (Red)








