RN, Jambi – Ketua Kwarcab Pramuka Kota Jambi sekaligus Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly (KFA) menerima kunjungan resmi dan jamuan makan malam bersama delegasi Pengakap Malaysia di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Minggu (31/5/2026).
Kunjungan perwakilan dari negeri Jiran itu dipimpin langsung Mohd Zin bin Bidin selaku Chief Scout of Malaysia, didampingi jajaran petinggi National Scout Council Malaysia, yakni Ahmad Shazilly bin Ismail Bakti, Zamani bin Tambichek, Mohamad Safri bin Abdillah, serta Mohamad Firdauz Hamzah.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan persaudaraan dan kerja sama kepramukaan antara Indonesia dan Malaysia sebagai bangsa serumpun yang memiliki kedekatan sejarah, budaya, dan semangat dalam membina generasi muda.
Dihadapan tamu dari negara tetangga Indonesia itu , Ketua KFA memaparkan berbagai program strategis yang tengah dijalankan Gerakan Pramuka di daerah sebagai bagian dari upaya mencetak generasi muda yang unggul, berkarakter, dan memiliki daya saing di masa depan.
Menurutnya, seluruh program kepramukaan disusun secara terencana melalui visi dan misi organisasi, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Setiap bidang di lingkungan kwartir diberikan ruang untuk menyusun program dan kegiatan yang selaras dengan arah pembangunan organisasi serta mendukung kebijakan pemerintah daerah.
“Kwartir memiliki program tahunan maupun program lima tahunan yang disusun secara sistematis. Setiap bidang mengusulkan kegiatan berdasarkan visi dan misi organisasi, namun tetap tidak terlepas dari dukungan terhadap program pemerintah, terutama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujar KFA.
KFA menegaskan salah satu target besar yang sedang dikejar adalah peningkatan jumlah Pramuka Garuda, yakni penghargaan tertinggi dalam Gerakan Pramuka yang diberikan kepada anggota berprestasi di tingkat Siaga, Penggalang, Penegak, maupun Pandega.
KFA mengungkapkan, hingga tahun 2027 pihaknya menargetkan lahirnya sekitar 1000 Pramuka Garuda sebagai bagian dari upaya mencetak generasi muda yang memiliki karakter kuat, kepemimpinan, disiplin, dan kepedulian sosial yang tinggi.
“Pramuka Garuda merupakan pencapaian tertinggi dalam Gerakan Pramuka. Target ini bukan sekadar angka, tetapi bagian dari investasi jangka panjang untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan siap menjadi pemimpin masa depan,” tegas KFA.
Selain fokus pada peningkatan jumlah Pramuka Garuda, masih kata Ketua KFA, Kwarcab juga terus melakukan penguatan kualitas sumber daya manusia di internal organisasi melalui peningkatan kompetensi pelatih dan pembina Pramuka.
KFA meyakini, keberhasilan pembinaan generasi muda sangat bergantung pada kualitas para pembina yang berada di gugus depan. Oleh sebab itu, peningkatan kapasitas pelatih dan pembina menjadi salah satu prioritas utama dalam program kerja kepramukaan.
“Mereka adalah ujung tombak pendidikan karakter bagi anak-anak kita. Karena itu kualitas pembina dan pelatih harus terus ditingkatkan agar proses pembinaan berjalan optimal,” kata Ketua KFA.
Tidak hanya itu, Gerakan Pramuka juga terus mendorong terbentuknya Kampung Pramuka di berbagai wilayah sebagai pusat kegiatan pembinaan karakter, pendidikan nonformal, serta pengembangan kreativitas generasi muda di tengah masyarakat.
Program tersebut diharapkan mampu menjadi wadah yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memperluas jangkauan pembinaan kepramukaan hingga ke tingkat akar rumput.
Ketua KFA menegaskan, berbagai program yang dijalankan saat ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk memajukan Gerakan Pramuka sekaligus mendukung pembangunan daerah melalui pembentukan generasi muda yang berkualitas.
“Kami ingin Gerakan Pramuka menjadi kekuatan besar dalam membangun karakter bangsa. Dengan kolaborasi yang baik, termasuk melalui hubungan persahabatan dengan Pengakap Malaysia, kami optimistis dapat melahirkan generasi muda yang tangguh, berintegritas, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.
Kunjungan delegasi Pengakap Malaysia ke Kota Jambi pun menjadi simbol kuatnya hubungan persaudaraan antara organisasi kepramukaan di kawasan Melayu, sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam pengembangan kepemudaan, pendidikan karakter, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.(Red)








