Warga Desa Baru Air Hitam Mengeluh Minim Pembangunan, TB : Daerah Kami Dusun Tertinggal

Oplus_131072

RN, Sarolangun – Warga Dusun Seberang, Desa Baru, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, mengeluhkan minimnya perhatian terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah mereka. Kondisi tersebut dinilai membuat Dusun Seberang seperti wilayah yang tertinggal.

Keluhan warga terutama menyangkut kondisi jembatan gantung yang menjadi akses masyarakat menuju Dusun Seberang. Jembatan tersebut disebut sudah dalam kondisi memprihatinkan dan setiap hari dilalui oleh masyarakat, termasuk pengendara sepeda motor.

Salah seorang tokoh masyarakat setempat berinisial TB mengatakan, masyarakat Dusun Seberang selama ini merasa belum mendapat perhatian yang memadai dari pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pemerintah desa.

Menurutnya, pembangunan sarana dan prasarana di wilayah tersebut masih sangat minim. Bahkan, bantuan pembangunan yang bersumber dari pemerintah kabupaten maupun pemerintah desa melalui dana desa maupun program bantuan lainnya disebut belum dirasakan masyarakat.

“Kalau melihat kondisi sekarang, warga Dusun Seberang ini seperti berada di desa tertinggal. Pembangunan belum banyak terlihat, termasuk sarana dan prasarana yang sangat dibutuhkan masyarakat,” ujar TB kepada media ini, Senin (21/9/2026).

Ia juga menyoroti kondisi jembatan gantung yang setiap hari digunakan masyarakat. Menurutnya, ratusan orang melintas di jembatan tersebut sehingga kondisi konstruksi yang sudah memprihatinkan dinilai dapat membahayakan keselamatan warga.

“Kita sangat khawatir terjadi musibah yang memakan korban jiwa. Kalau memang belum ada perhatian, jangan sampai menunggu ada korban baru dilakukan perbaikan,” katanya.

Selain jembatan, TB berharap pemerintah juga memperhatikan pembangunan akses jalan dan sarana lainnya di Dusun Seberang. Ia menilai pembangunan infrastruktur sangat diperlukan untuk menunjang aktivitas masyarakat serta meningkatkan akses warga terhadap pelayanan dan kegiatan ekonomi.

“Kami berharap pemerintah daerah dan pemerintah Desa Baru memberikan perhatian terhadap kondisi Dusun Seberang. Jalan dan jembatan gantung ini sangat dibutuhkan warga agar aktivitas sehari-hari bisa berjalan dengan lebih aman dan nyaman,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Baru, Kausari, ketika dikonfirmasi melalui WhatsApp terkait kondisi jembatan gantung dan keluhan minimnya pembangunan di Dusun Seberang, menyampaikan bahwa pemerintah desa akan mengupayakan penganggaran pada tahun mendatang.

“Akan kita anggarkan tahun 2027 nanti,” jawab Kausari singkat.

Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi jembatan gantung yang menjadi akses masyarakat menuju Dusun Seberang memang terlihat memprihatinkan. Jembatan terasa bergoyang ketika dilalui, sementara bagian jaringan kawat pengaman di sisi kiri dan kanan disebut sudah banyak yang tidak ada.

Kondisi tersebut menjadi perhatian warga karena pengendara sepeda motor harus ekstra berhati-hati saat melintas, terutama untuk menghindari risiko terjatuh ke sungai.

Warga berharap rencana penganggaran perbaikan pada 2027 dapat direalisasikan sehingga akses menuju Dusun Seberang menjadi lebih aman dan pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut dapat terus ditingkatkan. (Asm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan