Jeritan Lansia di Jantung Kota Palembang Bertahan di Puing Reruntuhan Tanpa Sentuhan Pemerintah

Oplus_131072

RN, Palembang – Sebuah potret pilu kedangkalan keadilan sosial menimpa pasangan lansia yang kehilangan tempat tinggal layak setelah rumah mereka roboh dan kini terpaksa hidup memprihatinkan di bawah bangunan seadanya.

Musibah ini dialami oleh pasangan suami istri lansia, A. Diding dan Yuli, yang mengasuh kedua cucu mereka di tengah keterbatasan ekonomi dan penderitaan fisisik. Peristiwa memilukan ini terjadi di Jalan Seduduk Putih, RT 26, RW 07, Kelurahan 8 Ilir, Kecamatan Ilir Timur 3, Kota Palembang.

Penderitaan ini semakin memuncak baru-baru ini setelah rumah utama mereka runtuh, dan hingga saat ini belum ada uluran tangan formal dari otoritas terkait.Kondisi ini terjadi karena ketiadaan biaya untuk renovasi, serta belum adanya perhatian atau bantuan dari pemerintah setempat.

Padahal konstitusi Indonesia dengan tegas menjamin hak setiap warga negara untuk mendapatkan penghidupan dan tempat tinggal yang layak.

Bacaan Lainnya

Pasangan lansia dan cucunya sempat bertahan di bawah puing reruntuhan sebelum akhirnya masyarakat sekitar bergotong royong memberikan bantuan modal seadanya untuk mendirikan bangunan darurat.

Kini, mereka hidup sangat pas-pasan dan terus mengetuk pintu hati para dermawan serta instansi sosial agar segera mendapatkan program bedah rumah atau bantuan wilayah yang konkret.(Vid/Far)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan