Wujudkan SPMB Lebih Baik, Disdik Provinsi Jambi Latih Operator SMA dan SMK

Oplus_131072

RN, Jambi – Dinas Pendidikan Provinsi Jambi menggelar pelatihan teknis untuk seluruh operator Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA dan SMK. Pelatihan ini dilaksanakan dia auditorium kantor Disdik Provinsi Jambi, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan yang bertujuan agar pelaksanaan SPMB di Jambi semakin baik di masa mendatang ini di buka langsung oleh Plt Kadisdik Provinsi Jambi, M Umar MY.

Saat membuka pelatihan, M Umar menyatakan komitmen akan menciptakan SPMB yang humanis dan tertib di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah Provinsi Jambi.

SPMB menjadi pintu utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Provinsi Jambi. Kalau ingin meningkatkan kualitas sumber daya manusia, maka anak-anak harus sekolah. Salah satu pintunya adalah SPMB. Karena itu operator memiliki peran sangat penting dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak kita,” ujarnya.

Plt Kadisdik Provinsi Jambi meminta para operator sekolah turut membantu proses verifikasi dan validasi data peserta didik agar data ATS dapat diperbarui dengan baik.

“Masih ada data peserta didik yang sebenarnya sudah meninggal tetapi belum divalidasi. Kami berharap operator bisa mempercepat pembaruan data supaya angka ATS ini benar-benar bisa kita tekan,” tambahnya.

M Umar My juga mengingatkan pentingnya menyamakan persepsi seluruh operator agar pelaksanaan SPMB tahun ini berjalan lebih baik dibanding tahun sebelumnya.

“SPMB ini menjadi perhatian KPK. Karena itu kami minta seluruh operator dan pihak sekolah menghindari segala bentuk gratifikasi dalam pelaksanaan penerimaan murid baru,” tegasnya lagi.

Umar My berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan serius agar pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 berjalan lancar, transparan, dan berintegritas.

Umar menjelaskan, pelaksanaan SPMB tahun ini tetap menggunakan empat jalur penerimaan, yakni jalur domisili 30 persen, afirmasi 30 persen, prestasi 35 persen, dan mutasi 5 persen.

Menurutnya, jalur afirmasi tahun ini mendapat perhatian khusus karena menjadi bagian dari upaya pemerintah mengintervensi angka anak tidak sekolah (ATS) di Provinsi Jambi yang masih cukup tinggi. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan