RN, Jambi – Bank Jambi secara resmi menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Polda Jambi atas keberhasilan aparat kepolisian dalam mengungkap kasus pembobolan dana nasabah yang dilakukan oleh pihak tidak bertanggung jawab atau hacker pada 22 Juli 2026 yang lalu.
Dalam operasi penangkapan para tersangka tersebut, penyidik dari Polda Jambi juga berhasil mengamankan serta menyelamatkan dana milik para nasabah dengan nilai mencapai Rp 18,9 miliar.
Direktur Utama Bank Jambi, H. Khairul Suhairi, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas langkah cepat dan responsif dari aparat kepolisian dalam mengusut tuntas kasus tersebut hingga akhirnya berhasil menetapkan para tersangka.
“Alhamdulillah, kami mengapresiasi gerak cepat Polda Jambi dalam mengungkap kasus ini dan berhasil menetapkan para tersangka pembobolan dana nasabah,” ujar Khairul Suhairi saat memberikan keterangan pada Selasa (14/7).
Khairul menekankan bahwa sinergi yang terjalin dengan sangat baik antara pihak kepolisian dan Bank Jambi merupakan langkah krusial dalam upaya menjaga keamanan serta memelihara kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan secara luas.
Terkait dampak teknis, ia mengakui bahwa kejadian peretasan tersebut sempat mengganggu sejumlah layanan digital Bank Jambi, terutama layanan mobile banking yang sering digunakan oleh nasabah untuk bertransaksi.
Namun, ia memastikan bahwa saat ini pelayanan operasional di seluruh kantor cabang maupun jaringan ATM telah kembali berjalan dengan normal, sehingga seluruh kebutuhan transaksi harian nasabah dapat tetap terlayani dengan baik.
“Untuk pelayanan operasional di kantor maupun layanan ATM, alhamdulillah saat ini telah berjalan dengan baik. Kami juga terus melakukan berbagai tahapan pemulihan agar layanan mobile banking dapat kembali beroperasi secara optimal dengan tetap mengedepankan aspek keamanan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bank Jambi menegaskan bahwa proses pengaktifan kembali layanan digital dilakukan dengan sangat hati-hati dan menyeluruh guna memastikan bahwa sistem memiliki tingkat keamanan yang jauh lebih kuat di masa depan.
Bank Jambi juga fokus pada penguatan sistem keamanan teknologi informasi melalui evaluasi mendalam, peningkatan infrastruktur siber, serta penerapan langkah mitigasi guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Di akhir pernyataannya, Khairul menyampaikan terima kasih kepada Polda Jambi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, IASC, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dan bekerja keras hingga kasus ini dapat terungkap dan dana nasabah berhasil diselamatkan. (Red)








