RN, JAMBI – Aliansi Kito Anak Negeri Jambi Bersatu melalui Ritas Mariyanto dan rekan-rekan mengajak seluruh masyarakat Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah Provinsi Jambi untuk bersama-sama menjaga fasilitas negara, menciptakan situasi yang kondusif, serta mendukung upaya pemerintah dalam menangani kebakaran lahan yang memicu kabut asap.
Ritas Mariyanto Cs menegaskan bahwa kompleks Kantor Gubernur Jambi merupakan aset milik masyarakat yang dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Karena itu, keberadaan fasilitas tersebut harus dijaga bersama dan tidak boleh dirusak oleh siapa pun.
Menurutnya, banyak aparatur pemerintah yang bekerja di kompleks Kantor Gubernur Jambi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kerusakan fasilitas maupun terganggunya aktivitas perkantoran dikhawatirkan berdampak terhadap kelancaran pelayanan publik.
“Kompleks Kantor Gubernur Jambi merupakan aset rakyat. Banyak saudara kita yang bekerja di sana untuk melayani masyarakat. Karena itu, mari bersama-sama menjaga fasilitas negara agar birokrasi dan pelayanan publik tidak terhenti,” ujar Ritas Mariyanto Cs.
Ia juga menilai situasi daerah yang aman dan kondusif menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pembangunan serta menarik investasi ke Provinsi Jambi.
Di tengah kondisi fiskal daerah yang menghadapi tekanan dan pemangkasan anggaran di berbagai wilayah Indonesia, pemerintah daerah dituntut semakin mandiri dalam meningkatkan pendapatan, salah satunya melalui investasi.
Namun, menurutnya, kondisi daerah yang terus-menerus gaduh dapat memengaruhi kepercayaan investor. Jika investor menahan diri untuk menanamkan modal, pembangunan berpotensi melambat dan kesempatan kerja bagi masyarakat semakin terbatas.
“Kalau Jambi terus gaduh, bagaimana investor mau masuk? Ketika investasi terhambat, pembangunan bisa melambat dan lapangan kerja semakin sempit. Pada akhirnya, masyarakat Jambi sendiri yang dirugikan,” tegasnya.
Ritas Mariyanto Cs juga menegaskan bahwa penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak demokrasi masyarakat yang harus dihormati. Namun, kebebasan tersebut harus dijalankan dengan tetap memperhatikan ketentuan hukum serta menjaga ketertiban dan fasilitas umum.
Ia mengajak mahasiswa dan seluruh elemen masyarakat agar menyampaikan aspirasi secara damai, tertib, dan bertanggung jawab tanpa melakukan tindakan yang berpotensi merusak aset negara.
“Silakan menyampaikan pendapat di muka umum karena itu merupakan hak demokrasi. Namun, menjaga fasilitas negara juga menjadi tanggung jawab kita bersama,” lanjutnya.
Selain menyerukan penjagaan aset daerah, Aliansi Kito Anak Negeri Jambi Bersatu turut mengajak masyarakat mendoakan para pemimpin daerah dan petugas yang tengah berjuang menangani kebakaran lahan di wilayah Provinsi Jambi.
Menurut Ritas, pemerintah daerah bersama personel kepolisian, TNI, petugas penanggulangan bencana, serta aparatur terkait terus berupaya melakukan pemadaman kebakaran, termasuk di kawasan lahan gambut dan perkebunan kelapa sawit.
Ia mengajak masyarakat memberikan dukungan dan apresiasi kepada seluruh petugas yang bekerja di lapangan demi mengatasi kebakaran serta mengurangi dampak kabut asap yang dirasakan masyarakat.
“Kita harus mengapresiasi perjuangan para petugas yang sedang berjibaku memadamkan api. Mereka bekerja untuk mengatasi musibah kabut asap yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat,” ungkapnya.
Ritas juga menyampaikan bahwa para pemimpin daerah memiliki tanggung jawab besar dalam menangani kondisi tersebut. Karena itu, masyarakat diharapkan turut memberikan dukungan agar upaya penanggulangan kebakaran dapat berjalan dengan baik.
Secara khusus, ia mengimbau kalangan mahasiswa di Jambi agar mengedepankan kebijaksanaan dalam bertindak, menjaga situasi tetap kondusif, serta bersama-sama mendukung upaya pemerintah dalam menangani kebakaran lahan.
“Buat adik-adik mahasiswa di Jambi, mari bijak dalam bertindak. Mari kita bantu pemerintah yang sedang berjuang memadamkan api. Kita doakan keselamatan dan kesehatan para pemimpin serta petugas di lapangan agar musibah kabut asap ini segera dapat dituntaskan,” tutup Ritas Mariyanto Cs, mewakili Aliansi Kito Anak Negeri Jambi Bersatu.(Red)








