RN, PADANG – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jambi memperkuat operasi darurat banjir di Sumatera Barat dengan bergabung dalam asistensi penanganan bencana yang dipimpin Kantor SAR Padang.
Kamis (27/11) pukul 16.00 WIB, tim melaporkan perkembangan terbaru operasi di hari pencarian pertama (H+1). Fokus pencarian dilakukan di Padang Panjang dan wilayah Malalo, Kabupaten Tanah Datar.
Di daerah Silaing, Padang Panjang, penyisiran lapangan, dan tidak menemukan adanya korban maupun warga yang membutuhkan pertolongan.
Sementara itu, di Desa Padang Laweh, Malalo dan Guguak Malalo, Tim SAR gabungan bergerak cepat mengevakuasi warga yang terjebak banjir.
Dari rilis yang disampaikan Kantor SAR Jambi, sebanyak 20 orang berhasil diselamatkan dan dipindahkan ke lokasi aman di Tanjung Mutiara, Nagari Batu Taba, Kecamatan Batipuah Selatan.
Operasi dilakukan dalam kondisi hujan lebat yang terus mengguyur wilayah tersebut, menyebabkan akses lokasi sulit dan medan pencarian menjadi lebih berisiko.
Meski demikian, seluruh unsur yang terlibat tetap bergerak cepat untuk menebus waktu dan menyelamatkan sebanyak mungkin warga terdampak.
Operasi tersebut melibatkan kekuatan gabungan dari berbagai instansi, antara lain
– Kantor SAR Jambi 10 personel
– Kantor SAR Padang 2 personel
– BPBD 30 personel
– Damkar 60 personel
– TNI 10 personel
– Polri 15 personel
– PMI 20 personel
– Dinas PU 10 personel
– Satpol PP 30 personel
– Masyarakat 20 orang
Selama pelaksanaan operasi, tim SAR Jambi dan unsur gabungan lainnya terus melakukan koordinasi intensif, menyampaikan laporan berkala dari lapangan, serta memastikan seluruh perkembangan situasi dilaporkan kepada pimpinan.
Hingga saat ini, tim masih bersiaga di lokasi bencana dan akan melanjutkan pencarian serta pemantauan untuk memastikan tidak ada warga yang masih terisolasi maupun membutuhkan bantuan lanjutan.
Upaya penyelamatan terus dipacu sebagai bentuk komitmen “Tebus Waktu, Selamatkan Nyawa” dalam operasi darurat banjir Sumatera Barat.(rls/*)








