Camat Achmad Mawaddah Imbau Perangkat Desa dan Panitia Pilkades Jaga Netralitas

Oplus_131072

RN, Sarolangun – Camat Pauh, Achmad Mawaddah, mengimbau seluruh perangkat desa dan panitia pelaksana Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun, untuk menjaga netralitas menjelang pelaksanaan Pilkades serentak pada 29 Oktober 2026.

Achmad menegaskan, perangkat desa maupun panitia Pilkades harus menjalankan tugas secara profesional, proporsional, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Saya mengimbau seluruh perangkat desa dan panitia pelaksana Pilkades agar menjaga netralitas. Jangan sampai ketidaknetralan menimbulkan gejolak di tengah masyarakat,” ujar Achmad saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Menurutnya, terdapat tujuh desa di Kecamatan Pauh yang akan melaksanakan Pilkades serentak tahun 2026. Ketujuh desa tersebut yakni Desa Pengidaran, Batu Ampar, Batu Kucing, Kasang Melintang, Lamban Sigatal, Seko Besar, dan Taman Bandung.

Ia berharap seluruh tahapan Pilkades dapat berlangsung aman, tertib, dan demokratis tanpa menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Panitia harus menjalankan amanah dengan baik dan sesuai aturan. Biasanya, potensi gejolak dapat muncul apabila ada pihak yang dinilai tidak netral,” katanya.

Achmad juga menyebutkan bahwa netralitas perangkat desa dalam pelaksanaan Pilkades telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa serta ketentuan peraturan terkait lainnya.

Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan keamanan, pihak Kecamatan Pauh juga telah berkomunikasi dengan unsur Forkopimcam guna melakukan pemetaan terhadap kondisi keamanan di sejumlah desa yang dinilai memiliki potensi peningkatan suhu politik.

“Kami sudah melakukan komunikasi dengan Forkopimcam untuk memetakan kondisi keamanan, terutama di desa-desa yang berpotensi mengalami peningkatan eskalasi politik,” jelasnya.

Selain kepada perangkat desa dan panitia, Achmad juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing atau terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya.

“Saya berharap masyarakat tidak mudah terpancing dan terprovokasi isu yang tidak baik, karena hal tersebut bisa merugikan diri sendiri maupun mengganggu jalannya Pilkades,” pungkasnya. (Asm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan