RN, Merangin – Perjalanan sejauh lebih dari 218 kilometer dari Kota Jambi, suhu dingin yang mencapai 10–12°C, serta medan kawasan kaki Gunung Masurai yang tidak mudah, menjadi bagian dari proses pembelajaran ratusan anggota PKS Provinsi Jambi dalam kegiatan KEMBARA (Kemah Bela Negara) Tingkat Lanjut, 22–24 Agustus 2026.
Berlokasi di Pondok Panorama, kaki Gunung Masurai, Kabupaten Merangin, kegiatan ini dirancang bukan sekadar sebagai aktivitas perkemahan, tetapi sebagai ruang pembentukan karakter, peningkatan kapasitas, dan penguatan kesiapsiagaan anggota dalam menjalankan misi kemanusiaan.
Ratusan peserta yang datang dari berbagai penjuru Provinsi Jambi mengikuti rangkaian pembekalan dan latihan yang menuntut ketahanan fisik, kedisiplinan, kerja sama tim, kepemimpinan, serta kesiapan menghadapi berbagai kondisi di lapangan.
Suasana alam yang dingin dan medan yang menantang justru menjadi bagian penting dari proses tersebut. Sebab, seorang relawan kemanusiaan tidak selalu bekerja dalam kondisi ideal. Ketika masyarakat membutuhkan bantuan, relawan dituntut mampu hadir cepat, tenang, terampil, dan tangguh, bahkan dalam situasi yang penuh keterbatasan.
Materi utama dalam kegiatan KEMBARA disampaikan oleh Hendra Wijaya, Sekretaris Bidang Kepanduan dan Bela Negara (BKBN) DPP PKS. Pembekalan diarahkan untuk memperkuat kapasitas anggota agar memiliki kesiapan yang lebih baik dalam kegiatan kemanusiaan, kebencanaan, maupun pelayanan masyarakat.
Ketua DPW PKS Provinsi Jambi, Mustaharuddin, ME, turut hadir dan mengikuti kegiatan KEMBARA secara penuh.
Dalam kesempatan tersebut, Mustaharuddin menegaskan bahwa bela negara tidak selalu identik dengan aktivitas militer. Dalam kehidupan bermasyarakat, bela negara juga dapat diwujudkan melalui kesediaan untuk membantu, melayani, dan hadir ketika masyarakat menghadapi kesulitan.
“Bela negara bukan hanya tentang bagaimana kita mempertahankan negara dari ancaman. Bela negara juga tentang bagaimana kita hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan. Karena itu, kader harus memiliki kepedulian, kemampuan, dan ketangguhan untuk memberikan manfaat dalam berbagai situasi,” ujar Mustaharuddin.
Ia menilai pengalaman menghadapi medan dan kondisi yang tidak mudah dalam KEMBARA merupakan bagian dari proses pembentukan karakter anggota.
“Kita ingin kader PKS bukan hanya kuat secara fisik, tetapi juga kuat mentalnya, kokoh spiritual, solid dalam bekerja sama, disiplin, dan memiliki kepekaan sosial. Ketika ada bencana, ketika ada masyarakat yang membutuhkan bantuan, mereka selalu siap hadir untuk membantu” tegasnya.
Menurut Mustaharuddin, kemampuan tersebut harus terus diasah melalui pengalaman nyata dan latihan yang terstruktur.
“Kegiatan KEMBARA ini adalah proses menempa diri. Dingin, lelah, perjalanan jauh, dan medan yang berat adalah bagian dari pembelajaran. Karena di lapangan nanti, kondisi yang kita hadapi tidak selalu nyaman. Yang harus kita bangun adalah kesiapan untuk tetap bergerak dan memberikan manfaat dalam kondisi apa pun,” tambahnya.
KEMBARA tingkat lanjut menjadi bagian dari upaya PKS Provinsi Jambi memperkuat kapasitas anggota di bidang kepanduan, bela negara, kerelawanan, dan kemanusiaan.
Perjalanan ratusan kilometer menuju kaki Gunung Masurai akhirnya bukan hanya tentang mencapai lokasi perkemahan.
Lebih dari itu, perjalanan tersebut menjadi simbol sebuah proses.
Datang untuk belajar, ditempa oleh medan, dikuatkan oleh kebersamaan, lalu kembali dengan kesiapan untuk melayani.
Dari kaki Gunung Masurai, semangat itu dibawa pulang ke berbagai daerah di Provinsi Jambi menjadi bekal bagi para relawan untuk terus hadir di tengah masyarakat, terutama ketika bantuan dan pertolongan benar-benar dibutuhkan.
KEMBARA bukan tentang siapa yang paling kuat bertahan di gunung.
Tetapi tentang siapa yang paling siap turun tangan ketika masyarakat membutuhkan. (Red)








