Didorong Jadi Pengusaha Mandiri, Pemkot Palembang Latih Emak-emak Menjahit Intensif

Oplus_131072

RN, Palembang – Komitmen Pemerintah Kota Palembang di bawah kepemimpinan Wali Kota Ratu Dewa dan Wakil Wali Kota Prima Salam dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) masyarakat terus diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan.

Salah satunya melalui pelatihan menjahit yang digelar bersama Tim Penggerak (TP) PKK Kota Palembang.

Pelatihan menjahit intensif yang berlangsung selama dua hari tersebut resmi ditutup pada Kamis (11/6/2026) di Aula Dinas Pendidikan Kota Palembang. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga dari berbagai kecamatan di Kota Palembang.

Tidak hanya dibekali keterampilan dasar menjahit, para peserta juga mendapatkan pengetahuan mengenai pengembangan usaha dan peluang berwirausaha di bidang fesyen dan kerajinan.

Bacaan Lainnya

Materi pelatihan disampaikan langsung oleh Owner Airathin Fashion and Craft, Mariah Kadarsih, yang membagikan pengalaman dan strategi membangun usaha kreatif dari skala rumah tangga hingga berkembang menjadi usaha yang produktif.

Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani Ratu Dewa, yang hadir menutup kegiatan tersebut, mengapresiasi antusiasme para peserta selama mengikuti pelatihan.

Menurutnya, semangat para ibu untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan diri menjadi modal penting dalam membangun keluarga yang mandiri dan sejahtera.

“Saya melihat semangat dan keinginan ibu-ibu untuk terus berkembang sangat luar biasa. Pelatihan ini bukan sekadar mengajarkan keterampilan menjahit, tetapi merupakan upaya nyata untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta membuka peluang ekonomi baru bagi keluarga,” ujar Dewi Sastrani.

Ia menjelaskan, keterampilan menjahit memiliki nilai strategis karena dapat menjadi bekal untuk menciptakan lapangan pekerjaan secara mandiri. Selain itu, kemampuan tersebut juga dapat mendorong tumbuhnya kreativitas, inovasi, dan jiwa kewirausahaan di tengah masyarakat.

“Dengan kemampuan yang dimiliki, para peserta diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan sendiri, tetapi juga dapat menghasilkan produk yang bernilai ekonomi sehingga membantu meningkatkan pendapatan keluarga,” katanya.

Sebagai bentuk apresiasi atas kesungguhan peserta selama pelatihan, panitia memberikan hadiah berupa lima unit mesin jahit kepada lima peserta terbaik yang dipilih berdasarkan hasil penilaian tim instruktur.

Dewi Sastrani berharap bantuan tersebut dapat menjadi motivasi sekaligus modal awal bagi para penerima untuk terus mengembangkan keterampilan yang telah diperoleh.

“Semoga mesin jahit ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin, menjadi sarana untuk berkarya, membuka usaha, serta membantu meningkatkan perekonomian keluarga,” harapnya.

Pada kesempatan itu, ia juga berpesan agar seluruh peserta tidak berhenti belajar setelah pelatihan berakhir. Menurutnya, keberhasilan sebuah keterampilan sangat ditentukan oleh kemauan untuk terus berlatih, berinovasi, dan mengikuti perkembangan kebutuhan pasar.

Dewi Sastrani turut menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Kota Palembang yang telah mendukung pelaksanaan program tersebut melalui penguatan pendidikan nonformal yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Ia berharap kolaborasi antara Pemerintah Kota Palembang, TP PKK, dan berbagai pihak terkait dapat terus diperkuat guna menghadirkan program-program pemberdayaan yang tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Semoga sinergi yang telah terjalin ini terus berjalan dengan baik, efektif, dan mampu melahirkan lebih banyak perempuan yang mandiri, produktif, serta berdaya saing sehingga dapat berkontribusi dalam pembangunan Kota Palembang,” tutupnya. (Red/Vid)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan