RN, Jambi – Ketua Komisi III DPRD Kota Jambi, Umar Faruq menduga bahwa alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) terkait armada sampah banyak hilang dicuri oleh oknum-oknum di Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLH) Kota Jambi.
“Makanya DLH tu kalau maling jangan banyak nian, dikit-dikit bae,” kata Ketua Komisi III DPRD Kota, Umar Faruq, saat memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) Jambi, Selasa (9/6/2026).
Pernyataan Umar Faruq tersebut muncul mendengar jawaban berbelit-belit dari perwakilan DLH Kota Jambi atas pertanyaan GERAM Jambi terkait munculnya dana APBD untuk penyewaan truk pengangkut sampah. Padahal diketahui DLH Kota Jambi memiliki banyak truk pengangkut sampah dan hampir tiap tahun muncul dana perbaikan untuk kendaraan tersebut.
Ditemui usai RDP, Ketua Komisi III DPRD Kota Jambi, Umar Faruq tidak membantah bahwa ucapan tersebut atas dasar kecurigaan adanya pencurian anggaran terkait armada sampah.
“Wajar kalau kita berasumsi negatif, dari 41 unit (armada sampah) kenapa yang beroperasi hanya 18 unit. Ini akan jadi pertanyaan saya juga sebagai mitra, ada apa ini,” ujar politisi Partai Gerindra ini.
Sekretaris DLH Kota Jambi, Pahlewi membantah tudingan Ketua Komisi III DPRD Jambi, Umar Faruq soal pencurian dana APBD terkait armada sampah yang menyebabkan banyak armada pengangkut sampah tidak bisa beroperasi sehingga membuat Pemkot Jambi harus mengalokasikan dana berkisar Rp6,4 Miliar untuk penyewaan armada pengangkut sampah pada 2026.
“Tidak ada, armada sampah kita kebanyakan usianya tua, ada yang tahun 2002, Armada kita terbaru yang kemarin kita serahkan ke Paal Merah dan Telanaipura,” kata Pahlewi.
Terkait dugaan pencurian APBD untuk dana perbaikan armada yang tiap tahun dianggarkan melalui DPA DLH Kota Jambi, Pahlewi juga membantah. Meski enggan menjelaskan secara rinci, menurutnya dana yang dianggarkan untuk perbaikan kadang tak sepenuhnya mencukupi melakukan perbaikan seluruh armada yang rusak.
“Tahun ini (2026) karena efisiensi, dana perbaikan armada hanya Rp300 juta. Tahun kemarin anggaran perbaikan armada pengangkut sampah Rp1,6 Miliar, ” ujarnya. (Ary)








