29.6 C
Lombok
Sabtu, November 26, 2022
Beranda Suara Pembaca DISPARITAS INFRASTRUKTUR JALAN DESA MARENTE

DISPARITAS INFRASTRUKTUR JALAN DESA MARENTE

Oleh: Amiruddin, S.Tp

Desa Marente merupakan salah satu pemerintahan dari delapan desa di wilayah Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa yang memiliki luas wilayah 6.980 Ha, berpenduduk 2.968 jiwa, yang terdiri dari 891 Kepala Keluarga. Wilayah pemerintahan desa Marente yang terkecil yaitu terdiri dari 5 dusun, 24 RT dan 12 RW.

Desa Marente memiliki komoditi unggulan seperti kopi, padi, kemiri, sapi, rotan dan lain-lain. Berdasarkan rilis data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumbawa tahun 2018, luas lahan sawah menurut jenis irigasi di Kecamatan Alas dirincikan berdasarkan perdesa Marente berada diurutan kedua terluas setelah Desa Juran Alas.

Selain itu Desa Marente juga memiliki hutan rakyat dan hutan negara terbesar se-Kecamatan Alas dengan rincian hutan rakyat dengan luas 1.934 Ha dan hutan negara dengan luas 4.406 Ha. Komoditas kopi robusta memiliki luas tanah tanaman 180.00 Ha, dengan produksi tanaman sebesar 101.40 Hektar. Tanaman kopi robusta ini hanya berproduksi di Desa Marente tepatnya tiga dusun yaitu Dusun Beru, Dusun Lamede dan Dusun Matemega.

Berdasarkan data dari Balai Penyuluh Pertanian dan Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Kecamatan Alas, komoditas padi termasuk komoditas unggulan tanaman pangan di Desa Marente dengan luas tanam 258 (Ha), produktivitas 6,26 (Ton) dan produksi 1.615,08 (Ton) pada tahun 2017.

Dari sektor peternakan berdasarkan hasil registrasi ternak sapi Bali dan kuda tahun 2020 Kecamatan Alas, Desa Marente berada diurutan pertama terbesar dengan rincian populasi sapi berjumlah 957 ekor atau 177 penggaduh dan populasi kuda berjumlah 117 ekor atau 41 penggaduh.

Sektor pariwisata Desa Marente merupakan salah satu tujuan destinasi wesata di Kabupaten Sumbawa dengan kekuatan panorama alam yang asri dan bersih seperti air terjun agal, air terjun saketok, air terjun sebra, wisata beringin kembar, wisata tiu kele serta potensi wisata lainnya yang terus dikembangkan serta didukung dengan adat dan budaya masyarakat yang sampai era modern ini masih dipertahankan serta diikuti pertumbuhan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang terus menggeliat untuk mendukung dan memperkuat destinasi pariwisata.

Keunggulan dan potensi wisata, pertanian, perkebunan, peternakan dan usaha kecil dan menengah yang terdapat di Desa Marente berbanding terbalik dengan kualitas pembangunan infstruktur jalan dihampir wilayah Dusun Marente. Jalan berbatu dan berlumpur dari Dusun Beru, Dusun Lamede dan Dusun Matemega dengan panjang jalan ± 12 km menjadi Pekerjaan Rumah stakholder.

Perjuangan Pemerintah Desa dan masyarakat telah dilalui dari tahapan demi tahapan dalam perencanaan pembangunan mulai dari Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (MUSRENBANGDes), Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (MUSRENBANGCam) hingga Musyawarah Perencanaan Pembangunan tingkat Kabupaten.

Namun hingga kini belum menjadi atensi serius lembaga eksekutif dan legislatif Kabupaten Sumbawa untuk memasukkan kedalam agenda dan skala prioritas pengambil kebijakan.
Dari sisi ekonomi, infrastruktur jalan memiliki keterkaitan dengan percepatan pertumbuhan ekonomi, pemerataan pendapatan, pengentasan kemiskinan serta bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Komoditas unggulan desa seperti kopi, padi, kemiri dan sapi lebih cepat terdistribusi ke konsumen dan bisa menekan biaya tinggi, serta akses wisata lebih mudah.

Dari sisi kesehatan, kualitas dan pelayanan kesehatan masyarakat sangat memprihatinkan, terlebih Puskesmas Pembantu (Postu) yang berada di Dusun Matemega sudah tak beroperasi lantaran kondisi fisik sudah rusak yang tentu berdampak terhadap keterjangkuan dan kualitas pelayanan masyarakat. Belum lagi diperparah apabila ada warga masyarakat yang dalam kondisi kritis harus segera mendapatkan penangan cepat dan tepat, akan tetapi tidak sedikit nyawa warga harus hilang di tengah perjalan, salah satu faktor utamanya adalah kualitas jalan yang tidak manusiawi.

Dari sisi regulasi, melaui Peraturan Daerah Kabupaten Sumbawa Nomor 10 Tahun 2013 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Tahun 2011-2031, paragraf ke 2 sistem transportasi darat pasal 9 point c. rencana pengembangan jalan lokal primer meliputi: Jalan yang menghubungkan jalan Marente – jalan Trupa – jalan Matemega pada Kecamatan Alas.

Berdasarkan data dan fakta yang ada, kami warga masyarakat desa Marente yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Marente (AMPM) meminta Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa poriode 2021-2026 untuk mengalokasikan anggaran perbaikan jalan sepanjang ± 12 km.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

Most Popular

SnapDate Evaluación en 2019

¿Está buscando adulto sitios de citas que lo hará sus preferencias? Entonces es esto por qué estás durante aquello SnapDate análisis? Bueno,...

Estilo antiguo Citasâ „¢: Popular Citas con Principios de estilo antiguo

La pequeña tipo: cuando Dennie Smith observó ella no aprobar anuncios de contactos en Montilla este romántico amantes su hija, Laurel,...

If She Cheats, You Have Let Her Go?

If She Cheats, In The Event You Absolutely Allow Her To Go? The Question The AnswerHi CC, No. Never get their back.  I am aware this is hard...

eHarmony visibility Questions: 17 Examples & suggestions for Answering

Not too long ago, eHarmony revealed that new members would not need respond to every concern on the webpage's exclusive survey throughout the signup...

Recent Comments